Telaga Madirda Suguhan Panorama Alami Di Kaki Gunung Lawu

Posted on

Tempat wisata yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan kadang menjadi incaran bagi sebagian masyarakat. Letak seperti ini disangka membawa ketenangan dan sanggup menyegarkan benak serta tubuh sekalian. Biasanya tempat seperti ini berada di wilayah perbukitan ataupun pegunungan. Tak cuma membawa ketenangan, panorama alam dan udara sejuk yang ditawarkan sanggup tingkatkan kesehatan.

Contohnya saja Telaga Madirda. Pernah mendengar obyek wisata ini sebelumnya? Kalau belum pula wajar, karna tak banyak pelancong yang mengetahuinya.

Telaga-Madirda
Telaga Madirda. Image via: travelingyuk.com

Sebagai seorang turis sejati, cobalah datang ke telaga ini. Jangan menyebut diri sendiri seorang petualang apabila tidak bersedia berkunjung ke tempat wisata yang medannya menantang.

Ya, Anda akan menghadapi petualangan yang cukup memacu adrenalin untuk sampai ke titik posisi. Tetapi tidak kasus, sepanjang tetap berjaga-jaga, seluruh perjuangan Anda akan terbayar dengan panorama luar biasa Telaga Madirda yang tiada duanya.

Letak Telaga Madirda

Sebelum betul-betul datang ke tempat ini, Anda harus tahu dimana posisi persisnya lebih dulu. Alamat lengkapnya berada di Dusun Tlogo, Desa Barjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Tepatnya di sekitar kaki Gunung Lawu. Kabupaten Karanganyar sendiri posisinya tak jauh dari Kota Solo. Jadi kala Anda sedang wisata ke Solo, bisa sekalian mampir ke wilayah ini.

telaga madirda
Melasti di Telaga Madirda. Image via: id.pinterest.com

Lainnya akses mengarah Telaga Madirda memang cukup tidak mudah. Maka dari itu, para pelancong dianjurkan untuk memakai kendaraan individu saja, seperti sepeda motor ataupun mobil.

Pastikan pula kendaraan dalam kondisi prima, karna Anda akan menghadapi jalanan yang berbeda dengan jalur perkotaan. Untuk transportasi umum sendiri sepanjang ini belum tersaji. Kalaupun ada, Anda bisa jadi hanya diturunkan sampai Ngargoyoso saja.

Rute Mengarah Telaga Madirda

Sehabis tahu alamat dan lokasinya, Anda mau berhasil tahu rute ataupun jalur perjalanannya bukan? Pemakaian aplikasi seperti GPS belum tentu berfungsi maksimal karena bisa jadi sinyal yang kurang baik.

Kalau Anda memulai keberangkatan dari Kota Solo, maka pertama-tama berkendara dulu ke arah Kabupaten Karanganyar. Jarak tempuhnya sendiri kurang lebih 30 kilometer. Paling tidak Anda membutuhkan waktu kira-kira satu jam sampai ke Kabupaten Karanganyar.

Selanjutnya arahkan petualangan Anda mengarah Candi Sukuh yang posisinya juga di kawasan lereng Gunung Lawu.

senja di telaga
Senja di Telaga. Image via: @strawhat_djaloe

Sehabis sampai di wilayah Candi Sukuh, Anda akan ketemu medan petualangan berbentuk tanjakan dan turunan kecil serta berkelok-kelok. Kalau masih kesulitan menciptakan jalur yang cocok, hendaknya bertanya kepada warga setempat.

Mereka akan menunjukkannya kepada Anda dengan sikap yang ramah. Petualangan pula berakhir diisyarati dengan gapura loket masuk berbentuk jalan setapak.

Tetapi apabila Anda tidak tahu keberadaan Candi Sukuh, patokan yang ada bisa dari Air Terjun Jumog yang lokasinya tidak begitu jauh, adalah berjarak kurang lebih 3 kilometer saja. Dari Air Terjun Jumog, pergilah ke arah selatan mengarah Jalan Plesungan.

Sesudah itu Anda akan ketemu dengan sebuah pertigaan, lalu belok ke kiri. Ikuti jalan terus sampai ke Telaga Madirda. Kalau dirasa masih kurang jelas, jangan sungkan untuk menanyakan kembali pada warga setempat.

refleksi telaga madirda
Refleksi Madirda. Image via: deskgram.net

Harga Tiket Masuk Telaga Madirda

Keberadaan telaga ini sedianya belum cukup beken di mata para pelancong, lebih-lebih di luar Kabupaten Karanganyar. Maka dari itu, kebanyakan warga Karanganyar saja yang datang. Hingga kini pula harga tiket masuknya belum diketahui secara pasti. Maksudnya, Anda bisa masuk secara free. Hanya dipakai biaya parkir, adalah 2 ribu rupiah untuk motor dan 5 ribu rupiah untuk mobil.

Tetapi harga ini bisa berbeda bersamaan dengan berjalannya waktu. Siapa tahu dalam waktu dekat Telaga Madirda menjadi satu dari semua obyek wisata andalan Karanganyar, sesudah itu dipasang tarif untuk tiket masuk.

Jam Buka Telaga Madirda

Untuk jam operasional telaga sendiri tidak terdapat ketentuannya secara resmi. Anda bisa mendatanginya kapan saja. Akan namun, perlu diingat kembali bahwa telaga ini belum memiliki kepengurusan yang layak. Lalu medannya juga tidak semudah yang diperkirakan, akibatnya Anda harus mencermati betul jam-jam berkunjung.

Hendaknya datanglah dari pagi hingga sore hari, karna di malam hari telaga ini tidak memiliki cukup penerangan. Petualangan kembali juga cukup panjang, paling tidak cadangkan waktu agar sampai di jalan utama sebelum petang.

Daya Tarik yang Ada di Telaga Madirda

Kurang lebih apa saja ya daya tarik Telaga Madirda akibatnya layak didatangi walaupun terletak di wilayah yang tersembunyi? Dibawah ini ulasan lengkapnya :

Keelokan Panorama di Sekitar Telaga

Panorama
Panorama di Sekitar Telaga. Image via: amzngargoyoso

Daya tarik pertama yang bisa ditemui dari Telaga Madirda ialah keelokan panorama alam alam di sekitarnya. Panorama alam yang masih alami, asri, bersih, dan pepohonan hijau menjadi standar mutu dari suatu obyek wisata. Apalagi bagi para pelancong yang bernazar untuk healing. Tentu tempat seperti ini akan dicari-cari. Anda akan menatap banyaknya pepohonan seperti pinus, akasia dan lain-lain.

Tak hanya itu, sepanjang petualangan mengarah Telaga Madirda mata para wisatawan akan dimanjakan dengan penampakan pematang sawah yang hijau, layaknya di Ubud. Belum lagi udaranya yang merasa sangat menyejukkan, dipastikan para pelancong akan betah berlama-lama menikmati udara bersih yang tidak bisa didapatkan di wilayah perkotaan ini.

Air Telaga Tenang dan Jernih

Air Telaga Tenang dan Jernih
Air Telaga Tenang dan Jernih. Image via: mandalovendo

Telaga ialah sebuah kolam yang tercipta secara alami dengan aliran air dari mata air pegunungan ataupun tampungan air hujan. Tak cuma menikmati panorama alam sekitar yang menyehatkan tubuh dan benak, kondisi telaga juga menjadi aspek penting untuk menarik kepedulian para pendatang. Bilamana suguhan panorama alam sudah bagus namun air telaga bercorak keruh, tentu daya tariknya semakin berkurang.

Telaga Madirda memiliki air yang jernih. Anda bisa menatap dalam air sampai ke dasar. Terlihat ikan-ikan kecil berenang di selingkaran danau, lumut, ganggang, ataupun biota yang ada. Temperatur airnya sendiri cukup dingin karena berada di kaki gunung. Untuk tampungan air di dalam telaga ini memang bersumber dari mata air Gunung Lawu.

Bermacam aktifitas bisa Anda lakukan di sini. Semisal dengan berenang untuk menjajal seberapa dinginnya air telaga. Namun tetaplah berjaga-jaga, karna Anda tidak tahu pasti berapa kedalaman telaga. Jangan berenang begitu jauh, cukup di tepiannya saja. Anda juga bisa cuma memancing untuk menghabiskan waktu.

Kemping di Tepi Telaga Madirda

camping
Kemping di Tepi Telaga Madirda. Image via: @explorepetualang

Daya tarik selanjutnya ialah dengan tersedianya camping ground ataupun lahan untuk berkemah. Para pecinta alam biasanya sangat menggemari aktifitas outdoor ini. Silahkan ajak teman-teman Anda untuk merasakan sensasi berkemah di pinggiran telaga.

Sesudah itu di malam hari nyalakan api unggun untuk menghangatkan badan dan memasak. Diwaktu melangsungkan kemah, perhatikan pembuangan sampah-sampahnya. Sediakanlah plastik khusus untuk menampung sampah. Jangan buang sembarangan di zona obyek wisata, karena terkesan kotor dan sanggup mengotori alam sekitar.

Upacara Melasti

Telaga Madirda juga dijadikan posisi untuk penyelenggaraan upacara Melasti oleh umat Hindu setempat. Ritual ini biasanya dilakukan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Arti dari upacara Melasti sebagai sarana penyucian diri sebelum dilaksanakannya upacara Catur Brata oleh umat Tridharma saat puncak Nyepi.

Kalau Anda beruntung, maka bisa mengabadikan momen langka ini. Asal hargai dan jangan mengusik keberlangsungan ritual tersebut.

refleksi melasti
Refleksi melasti. Image via: satu-indonesia.com

Sumber Mata Air Murni

Ada juga wisatawan yang tertarik untuk menghadiri sumber air murni yang berada di sekitar Telaga Madirda. Sumber air ini masih bersih dan belum terkontaminasi apapun. Berdasarkan penjelasan warga sekitar, sumber air tersebut ialah tanda-tanda adanya web sejak jaman dahulu ketika. Perihal tersebut dibuktikan dengan dijumpainya bermacam berbagai Candi yang berada tak jauh dari telaga.

Begitu seputar data tentang Telaga Madirda yang belum banyak tersentuh. Sedianya wilayah ini cukup potensial dijadikan zona wisata, hanya saja masih harus dikelola dengan baik dan sarana umum perlu diperbaiki. Tetapi tak ada salahnya berkunjung ke sini selagi belum ramai oleh pelancong.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *