Pentingya Cek Darah sebelum Mendaki Gunung

Posted on

Pengecekan darah penting dilakukan sebelum mengaplikasikan pendakian gunung. Langkah ini penting dilakukan agar Anda sanggup mengenali kondisi wujud Anda secara pas sampai-sampai hambatan hingga musibah saat pendakian sanggup diminimalisir.

Namun, cek darah juga tak sanggup dilakukan di sembarang waktu. Kepala Bidang Kesehatan Keselamatan Keamanan (K3) Federasi Mounteneering Indonesia (FMI) Dokter. Iqbal El Mubarok mengatakan, cek darah tak boleh dilakukan dengan jarak sangat lama dari waktu pendakian.

“H-1 (mengaplikasikan cek darah) sangat baik. H-1 sampai H-2 lah, itu oke,” tutur Iqbal saat ditemui di kegiatan Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019, JCC Senayan, baru-baru ini.

Ia mengatakan, kalau Anda mengaplikasikan cek darah dengan rentang waktu yang lama dari waktu pendakian, maka hasil yang didapat tak akan sangat valid.

“Jangan sangat lama ya, misal 1 bulan sebelum pendakian begitu. Karena takutnya nanti ada transformasi pola hidup dari makan. Misal pendaki banyak makan sate kambing karena habis dateng perkawinan itu kan juga mempengaruhi,” paparnya.

Iqbal melanjutkan, melalui cek darah, Anda akan mengenali kondisi tubuh secara lengkap paling utama yang tak kelihatan secara wujud seperti kondisi hemoglobin, sel darah merah, hingga sel darah putih.

Iya, kalau wujud kan ia enggak tampak jelas. Namun kalau ia ditemui darah putihnya maupun leukositnya melonjak di atas wajar, maka potensinya besok maupun lusa ia akan berubah sebagai demam. Dan itu tentu akan pengaruhi pergerakan ia saat Ia mulai petualangannya,” lanjutnya.

Menurut Iqbal langkah ini juga sanggup dipakai untuk mengatur strategi apalagi kalau pendakian dikerjakan dengan cara berkelompok.

Suci Handayani, guide pendaki gunung Ijen yang fasih bahasa Yunani dan sejumlah bahasa lainnya.Dok Suci Diah Handayani Suci Handayani, guide pendaki gunung Ijen yang fasih bahasa Yunani dan beberapa bahasa yang lain.

Ia mencontohkan, kalau dalam satu kelompok ditemui satu orang memiliki hemoglobin (sel darah merah) yang sangat atas, maka orang tersebut sanggup ditempatkan di tengah barisan dan menjadi atensi utama seluruh regu.

“Kalau ia Hb-ya atas, sudah sanggup diyakinkan kalau ia mendaki pasti barangkali pusingnya atas, barangkali ia akan lebih cepet lemas, ngantukan, itu juga terjalin. Jadi nanti regu harus betul-betul mengawasi ia. Karena kalau kita naik gunung kan oksigen rendah, yup maka itu berpotensi untuk menaikkan Hb. Makanya bahwasanya cek darah lengkap itu bisa meminimalisir kita terjalin ini,” paparnya.

Menurut Iqbal, cek darah berbeda dengan medical check up (MCU) yang biaya mencapai jutaan rupiah.

“Cek darah itu paling Rp 100.000 sampai 150.000 saja,” katanya.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *