Menyusuri Legenda dari Danau Kaco di Jambi

Posted on

Danau Kaco di Provinsi Jambi memiliki pesona. Airnya jernih kebiruan seperti kaca. Menurut cerita, ada legenda yang berkembang dari sana.

Melalui cerita yang dipercaya turun-temurun, kilauannya hadir dari intan titipan milik para pemuda yang pingin berhasil melamar anak seorang raja bernama Raja Gagak. Anak itu amat menawan jelita.

Namanya Napal Melintang. Menurut legenda, kecantikannya terlebih lagi sanggup memincut hati bapaknya sendiri. Raja Gagak juga membawa lari putrinya tersebut lalu meninggalkan intan dari para pemuda di dasar danau.

Sampai waktu sekarang, masyarakat sekitar masih percaya bahwa kilauan di dasar danau merupakan intan aset Raja Gagak tersebut.

Pada dasarnya, legenda tersebut sudah ada beberapa tipe. Ada juga yang mempercayai bahwa Raja Gagak begitu tamak. Siapapun yang bermaksud meminang putrinya diharuskan menyerahkan harta berbentuk emas dan intan.

Sayangnya, keserakahan itu membuat si anak ternoda akibatnya ia dibenamkan ke dalam danau bersama dengan seluruh harta yang diberi lelaki yang pingin berhasil meminangnya. Sejak itu, danau tersebut berkilauan sinar.

Menikmati pesona Danau Kaco

Terlepas dari legenda, keelokan Danau Kaco layak untuk dinikmati. Turis bisa menjadikan danau ini sebagai destinasi yang mesti didatangi saat berada di Jambi.

Posisi Danau Kaco ada pada satu kawasan Halaman Nasional Kerinci Seblat, Desa Lembur, Kecamatan Gunung Raya. Kalau dipetakan dan dgambar, letak danau bak mutiara biru yang ada di tengah rimbunnya tanaman rindang.

Wisatawan menikmati keindahan Danau Kaco di Provinsi Jambi.https://pesona.travel Turis menikmati keelokan Danau Kaco di Provinsi Jambi.

Untuk menikmati keindahannya, tamu mesti rela melangsungkan ekspedisi yang agak jauh karena posisinya jauh dari pusat Kota Jambi.

Dari kota, pengunjung harus melangsungkan ekspedisi mengarah Sungai Penuh yang berjarak 500 kilometer. Dari sana, ekspedisi dilanjutkan mengarah Desa Lumpur dengan waktu 45 menit.

Dari Desa Lumpur petualangan mendatangi Danau Kaco diawali. Untuk merambah Halaman Nasional, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri hutan sepanjang kurang lebih 4 jam.

Walaupun ekspedisi nampak cukup meletihkan, namun segalanya terbayar disaat sampai di danau tersebut. Panorama alam sekitar danau dikelilingi oleh rindangnya pepohonan dengan udara yang sejuk.

Pada malam hari, pesona Danau Kaco kian kentara. Apalagi, pada saat bulan purnama.

Sinar bulan yang terang, membuat air di Danau Kaco lebih bercahaya. Pemandangannya terlihat seperti sinar besar yang ditunjukan ke langit. Karena seperti itu, di tempat ini beberapa tamu kerap berkemah, lebih-lebih saat Purnama.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *