Mencicipi Sate Bandeng Kuliner Khas Banten

Posted on

 

Sebagian orang tak begitu menyenangi ikan bandeng karena dinilai banyak memiliki jarum ataupun tulang halus. Akan namun, gimana dengan sate bandeng tanpa tulang—masakan khas Banten?

Ya, sate bandeng jamak ditemui di Terjang, Banten. Kategori kuliner ini malahan biasanya ada di sentra oleh-oleh sekitar sana. Seluruh orang yang jadi suka karena penyajian sudah tanpa tulang.

Kerasanya khas, daging ikan berpadu dengan ramuan bumbu Indonesia. Amat, kerasanya nusantara sekali.

Di Terjang, para penjaja sate bandeng biasanya menaruh dagangan dalam etalase berkaca, tertutup. Dibuat demikian agar sate bandeng bisa tahan lama karena tak terkena banyak udara.

Ya, ketahanan sate bandeng biasanya 3 hari dalam hawa rubrik ataupun lebih seandainya sudah masuk lemari es. Inilah yang membuat banyak pengunjung tertarik untuk menjadikannya buah tangan sesudah mampir ke Terjang.

Formula Kesultanan

Tak banyak yang tahu, formula nusantara sate Bandeng bermula dari Kesultanan Banten.

Konon, pada abad 16, sate bandeng yakni ramuan juru masak kerajaan yang disuguhkan sebagai menu  di sana. Dalam proses memasaknya, juru masak pingin berhasil meracik masakan bandeng dengan memberantas duri-duri kecil yang ada dalam daging bandeng.

Si juru masak lalu berjuang mengambil jarum kecil di dalam bandeng dengan cara memukul-mukul daging bandeng fresh.

Sehabis itu, ia mulai memilah jarum untuk dibuang. Sayangnya, karena dipukul-pukul, daging bandeng malah ikut musnah.

Tak kalah pikir, si juru masak lalu memberikan santan dan bumbu rempah ke daging bandeng yang sudah diambil durinya. Sehabis itu, ia masukkan kembali dalam kulit dan kerangka ikan.

Kulit ikan bandeng yang tebal membuat ikan kelihatan seperti utuh kembali sesudah diisi dengan daging yang sudah bercampur bumbu tadi. Ya sesudah itu, ia memasaknya dengan cara terbakar.

Dalam perkembangannya, sate bandeng selain tampak biasa atau original. Mulanya, formula asli dari juru masak Kesultanan Banten hanya memakai garam, bawang merah, gula merah, dan santan saja.

Akan namun, kekinian, ada akumulasi bumbu seperti ketumbar dan cabai. Terlebih lagi, tak sedikit yang meninggikan penyedap kerasa.

Saat ini, ada 2 rupa sate bandeng di pasaran. Pertama sate bandeng putih yang berasa original. Lalu, ada pula sate bandeng merah dengan cita kerasa pedas.

Penyajiannya pula sesuai selera. Tidak hanya terbakar, ada pula yang menyajikan dengan cara digoreng.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *