Kepulauan Selayar Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Dunia

Posted on

Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata diakui Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai satu dari keseluruhan strategi bagus. Dan itu bisa diterapkan untuk menjadikan Kepulauan Selayar sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Lebih lanjut dipaparkan oleh ia, pembangunan KEK ialah satu dari keseluruhan bagian dari pembangunan 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) di Kepulauan Selayar.

“Untuk menjadikan destinasi kelas dunia, harus dibentuk 3A di Kepulauan Selayar. Untuk atraksi, Kepulauan Selayar tidak diragukan ada Halaman Nasional Laut Taka Bonerate yang dicalonkan sebagai blog peninggalan dunia ke UNESCO sejak 2005. Wilayah ini juga direncanakan sebagai hub bagi yacht dan cruise, tidak hanya itu flora dan faunanya tidak kalah dengan Wakatobi,” ucap Menpar dalam kegiatan Kick Off Perencanaan Pengembangan KEK Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar, di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Namun dari sisi aksesibilitas, Kepulauan Selayar memiliki beberapa catatan. “Ada beberapa catatan aksesibilitas yang harus dibesarkan di Kepulauan Selayar. Untuk menjadi destinasi kelas dunia dibutuhkan lapangan terbang internasional. Tidak hanya itu positioning Selayar untuk pelancong kelas atas membutuhkan seaplane, dan yang terakhir harus ada marina kelas dunia,” ucapnya.

KEK sendiri dibutuhkan dalam pengembangan amenitas di Kepulauan Selayar. Ada beberapa keuntungan dengan adanya KEK, antara lain kemudahan perizinan, pengembangan infrastruktur, tax holiday. Juga kenaikan investasi, dan optimalisasi pariwisata berstandar internasional.

KEK Kepulauan Selayar diharapkan bisa jadi prioritas nasional

Menpar dalam acara Kick Off Perencanaan Pengembangan KEK Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar (Dok: Kemenpar).
Menpar dalam kegiatan Kick Off Perencanaan Pengembangan KEK Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar (Dok: Kemenpar).

Bernilainya pembangunan KEK Kepulauan Selayar juga disampaikan oleh Bupati Kepulauan Selayar Meter. Basli Ali. “Kami berharap usulan KEK Kepulauan Selayar mampu menjadi prioritas nasional. Dengan adanya KEK Kepulauan Selayar mampu mendesak perkembangan ekonomi wilayah, interkonektivitas, dan tingkatkan kunjungan wisman serta wisnus,” ucap Basli Ali.

Kenaikan jumlah kunjungan pelancong baik nusantara ataupun mancanegara ke Kepulauan Selayar memang menjadi atensi pemerintah setempat. Pada 2018, jumlah kunjungan pelancong nusantara mencapai 9209 orang. Jumlah kunjungan wisnus ini terus menaik dari 2015 hingga 2018.

Namun kenaikan ini, malah berbanding terbalik dengan perkembangan jumlah wisman yang terus menyusut dari tahun ke tahun. Pada 2018, hanya ada 574 wisman yang datang berliburan ke Kepulauan Selayar. Maka untuk tingkatkan jumlah wisman dan wisnus ini dibutuhkan pembangunan KEK Kabupaten Kepulauan Selayar ini.

Diusulkannya Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai KEK pariwisata pastinya karena destinasi ini memiliki diferensiasi dari wilayah lain di Indonesia.

Satu dari keseluruhan keunikan wilayah kepulauan Selayar yaitu keberadaan atol (terumbu karang) terbesar ketiga di dunia dan terbesar pertama di Asia Tenggara.

Dalam perencanaannya, wilayah KEK Kepulauan Selayar seluas 529 ha akan dibentuk marina, hotel dan resort, MICE, serta residensial. Untuk itu diproyeksikan nilai investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 3,6 triliun untuk pembangunan kawasan dan Rp 11,7 triliun untuk pelakon usaha.

“Harapan aku, pada tahun ini KEK Kepulauan Selayar mampu dibentuk,” ucap Menpar.

Objek wisata di Kepulauan Selayar

Kepulauan Selayar, Sulawesi (Shutterstock).
Wisata Selayar (Shutterstock).

Sulawesi Selatan memiliki daya tarik luar biasa dalam bidang kemolekan alamnya. Kekayaan budaya, tradisi dan kearifan lokalnya sukses menjadi magnet mendatangkan pelancong. Apabila memiliki peluang berkunjung ke provinsi ini, janganlah lupa berlayar ke Kepulauan Selayar.

Deretan pasir putih, air laut nan jernih serta panorama alam bawah lautnya akan buat kamu betah berlama-lama disitu. Ingin tau objek wisata apa saja yang terdapat di pulau yang memiliki luas 2000 kilometer persegi tersebut? Kita simak mari ulasan berikut.

1. Pinang

Buat kamu yang lagi bimbang menentukan pilihan berbulan madu, gak ada salahnya ke ini. Apabila Bali sudah sangat mainstream untuk menghabiskan waktu bersama pendamping, kenapa enggak kamu geser sedikit ke Sulawesi kan?

Pinang memiliki hamparan pasir putih nan luas serta sehalus salju. yang terletak di pesisir timur Pulau Selayar ini dikelola oleh ekspatriat asal Prancis dengan beberapa sarana penginapan dan dive centre.

Jikalau kamu menoleh ke belakang, akan menatap perbukitan hijau yang ditempati oleh spesies seperti monyet. Pinang idealnya didatangi pada bulan September sampai April. Disini kamu juga bisa melaksanakan kegiatan seperti diving dan snorkeling.

Mengutip halaman Ayokeselayar, dari Kota Benteng, Bunda Kota Kepulauan Selayar, Pinang mampu diakses dengan darmawisata darat. Dari Benteng ke Pelabuhan Pattumbukang bisa ditempuh sepanjang 45 menit. Dilanjutkan dengan angkutan kapal kategori jolloro berpenumpang hingga 15 orang, sepanjang kurang lebih 30 menit.

2. Halaman Nasional Takabonerate

Sangat disayangkan bila kalian sudah sampai Selayar gak berkunjung ke Takabonerate. Destinasi yang satu ini sudah menjadi ikon Kepulauan Selayar malahan menjadi satu dari keseluruhan destinasi wisata yang wajib didatangi.

Terletak di Kecamatan Takabonerate, satu dari keseluruhan wilayah Kecamatan yang terpisah dari Pulau Selayar, pulau terbesar di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Takabonerate ialah halaman laut yang memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia sehabis Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi.

Pulau-pulau di Kawasan Halaman Nasional ini, menawarkan panorama berpasir putih, dengan air laut yang jernih serta panorama alam alam bawah laut yang memukau. Sangat cocok untuk kegiatan diving dan snorkeling dan sunbathing.

Kekhasan lain dari Halaman Nasional Takabonerate yaitu gerombolan bayi hiu ( baby shark ) di Pulau Tinabo, satu dari keseluruhan pulau dalam kawasan. Keberadaan beberapa pulau juga menjadi peluang untuk Anda melaksanakan island hopping.

Takabonerate ialah kawasan terumbu karang atol terluas di Asia Tenggara dan terluas ketiga di dunia dengan tingkatan biodiversitas yang sangat besar, dan habitat bagi bermacam biota laut yang langka dan dilindungi. Di sini anda dapat diving, snorkeling, fishing sangai, jelajah antar pulau dalam kawasan, menikmati sunrise dan sunset. Menarik bukan?

Dari Kota Benteng, Bunda Kota Kepulauan Selayar, Takabonerate mampu diakses dengan darmawisata memakai kapal laut sepanjang kurang lebih 8 jam maupun 6 jam dari Pelabuhan Pattumbukan yang terletak di ujung utara Pulau Selayar.

3. Baloiya

Kalau di Bali kamu mengenal Tanah Lot, ya Baloiya ini kira-kira seragam. Disini kamu bakalan menatap hamparan batu karang yang menyembul di perairan dangkal. Di kawasan Baloiya sendiri, terdiri dari beberapa spot wisata yang bisa didatangi.

Posisi ini sangat dambaan untuk menikmati panorama sunset lho. Jangan ketinggalan ponsel maupun kamera ya untuk mengabadikan fenomena matahari terbenam yang luar biasa indah.

Jaraknya yang tidak sangat jauh dari kota Benteng, Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadikan Baloiya sebagai destinasi dambaan disaat berkunjung ke Selayar. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer arah utara kota Benteng.

4. Pulau Bahuluang

Menemukan julukan surga tersembunyi, pulau ini diketahui akan pasir putihnya dan kemolekan bawah laut yang cukup menawan. ini terletak di selatan Pulau Selayar, tepatnya di Pulau Bahuluang, pulau kecil yang bisa diakses dengan kapal laut dari Appatanah, Kepulauan Selayar.

Jarak yang mampu kamu tempuh Appatanah dari Benteng, ibukota Kepulauan Selayar yaitu sekitar 55 kilometer. Bisa ditempuh sepanjang 1 jam memakai kendaraan roda 4 maupun roda 2.

Disini kamu akan disuguhkan panorama alam air laut yang jernih dengan gradasi biru dan dan hijau. Serta hamparan pasir putihnya bak permadani yang sangat indah bikin kamu lupa pada permasalahan yang sedang dirasakan.

Memakai perahu nelayan, hanya butuh waktu sekitar 40 menit dari Appatanah ke Bahuluang. Bekal yang cukup harus pula disediakan. Saat ini, belum ada sarana warung makan di posisi tersebut, pula tak ada sarana penginapan, sekiranya kamu berkeinginan stay lebih lama. Jadi gak salah kan kalau pulau ini menemukan julukan surga yang tersembunyi di Sulawesi.

5. Batu Karapu

Batu Karapu terletak 40 Kilo meter sebelah selatan Kota Benteng, tepatnya di Dusun Tongke-Tongke, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kepulauan Selayar. Batu Karapu menawarkan kemolekan dengan pasir putih bertekstur halus, air laut yang jernih kebiru-biruan dan panorama sunset yang memukau tatkala matahari tenggelam di ufuk barat.

Batu Karapu memiliki keunikan khusus berbentuk batu berlubang yang menjorok ke laut, menyamai Durdle Door yang tampak di Inggris. Garis berkelok-kelok, dimana sebagian ialah berpasir putih dan sebagian lagi ialah tebing dengan tumbuhan berdimensi sedang.

Batu Karapu berbentuk tanjung dengan sisi timur dan sisi barat yang sama indahnya. Pepohonan yang penuhi kira-kira seluruh wilayah , menambah asri atmosfer disaat Anda berkunjung. Beberapa gambar drone menunjukkan bentuk lekukan di wilayah Batu Karapu yang menyamai penyu.

Dari perkampungan terdekat mengarah Batu Karapu, telah terdapat akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4. Ada juga dari kota Benteng ke ini memakan waktu sekitar satu jam. Belum tersuguh sarana penginapan dan rumah makan di tempat ini.

Ya itu tadi 5 objek wisata yang dapat kalian kunjungi disaat berada di Kepulauan Selayar. Dari Jakarta sendiri penerbangan ke Sulawesi juga sudah cukup banyak kok. Maupun bila kalian gak bersedia repot, telah banyak travel agent yang menawarkan paket liburan kesana. Selamat berakhir minggu bersama pasir ya!

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *