Keindahan Ranu Kumbolo Tulungagung Dengan Sunrise Yang Luar Biasa

Posted on

Untuk kamu yang pernah nonton film 5 centimeter, danau ini ada dalam satu di antara scene nya. Hanya sayang sekali, ada adegan yang mengecewakan pihak TNBTS sebagai pengelola zona danau. Adegan itu dikira tidak menghargai keyakinan masyarakat sekitar. Yakni ada adegan nyemplung ke danau.

Paling tidak, demikian menurut penuturan Dzawin, seorang youtubers pendaki, dalam satu di antara video Youtube nya Gunung Semeru – Part 4.

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo. Image via: pegipegi.com

Bagi anggota komumitas pendaki gunung maupun yang hanya tertarik mendaki akibat “jadi korban” film 5 centimeter, nama danau Ranu Kumbolo tentu tidak asing di kuping mereka. Dijuluki surganya Semeru, Ranu Kumbolo maupun danau Kumbolo yang ada di kaki gunung Semeru memang diketahui dengan pesona yang tidak terdapat duanya.

Saking indahnya, posisi di sekitar Ranu Kumbolo menjadi basecamp kesukaan para pendaki untuk melepas lelah sebelum melanjutkan pendakian. Terlebih lagi disaat liburan, semua orang yang berniat tracking hanya untuk bermalam di danau mempesona ini. Dan esok harinya kembali turun, tanpa melanjutkan ke puncak.

Perkemahan Ranu Kumbolo.
Perkemahan Ranu Kumbolo. Image via: katalogwisata.com

Posisi Ranu Kumbolo

Danau Ranu Kumbolo secara administratif, masuk dalam wilayah Desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur. Posisi danau berada dalam zona pengeloalaan Zona Halaman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Danau ini ada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Rute dan cara mengarah ke posisi/transportasi

Untuk mencapai danau Ranu kumbol malang mesti ditempuh dengan mendaki. Jalan kaki. Tiada sarana lain untuk mencapai posisi itu. Ya namanya juga wisata mendaki, ya memang harus mendakilah !.

Papan lokasi
Papan posisi Ranu Kumbolo. Image via: genpi.co

Jalur pendakian yang diambil merupakan, jalur pendakian desa Ranu Pani. Dari desa Ranu pani, pendaki bisa mulai ekspedisi mendakinya. Untuk mencapai ranu pani, bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor.

Pendaki bisa mulai dari kota Malang maupun dari Surabaya mengarah Tumpang, yang sanggup ditempuh dengan dorongan kendaraan dengan kisaran waktu sekitar 3 jam. Dari Tumpang ini melanjutkan ke Pos Ranu Pani dengan rental kendaraan, biasanya jeep. Maupun kalau murah bisa dengan ikut mobil pengangkut sayur. biayanya bsia hemats ampai 80% ketimbang rental Jeep. Selepas ranu pani, dimulailah jalan kaki pendakiannya.

Dalam kondisi wajar, dari ranu pani, sampai ke Danau ranu Kumbolo Semeru, membutuhkan waktu 3,5-4  jam. Namun jikalau ditempuh dengan santai dan leha-leha, 5 jam merupakan waktu yang masih bisa ditoleransi.

ayunan di ranu kumbolo
Ayunan ranu kumbolo. Image via: phinemo.com

Jadwal Buka Ranu Kumbolo

Untuk posisi danau ranu kumbolo sendiri, posisi ini buka 24 jam, karena posisi adalah zona perkemahan. Yang ada peraturan waktunya, merupakan waktu untuk mulai naik dari Ranu Pani. Administratur pos Ranu Pani, menetapkan peraturan untuk mendaki harus melapor minimun 24 jam sebelumnya, untuk setelah itu dimohon mengalami test kesehatan.

Keesokan harinya, sesudah dinyatakan penuhi ketentuan kedokteran oleh dokter,  pendaki baru diijinkan naik. Ekspedisi bisa diawali antara jam 8 pagi sampai jam 6 sore.

Tiket Masuk Ranu Kumbolo

Untuk masuk ke ranu kumbolo tidak terdapat tiket. Tiket dipakai saat masuk pos pedakian terakhir di Ranu Pani.

Untuk tiket masuk dipakai hanya 5 ribu rupiah per orang ditambah biaya parkir kendaraan.

Sarana Ranu Kumbolo

Sarana pendukung di Ranu Kumbolo tidaklah selengkap objek wisata biasanya. Ini bukan karena keteledoran pengelola dalam sediakan. Namun karena aspek market segment. Wisatawan yang main ke Danau Ranu Kumbolo merupakan pendaki gunung. Yang tentu sudah mempersiapkan diri untuk suasana perkemahan sedianya, bukan camping iseng berbagai bermalam di yang tujuan sebenernya hanya untuk hunting gambar selfie, dan disaat laper bisa pesen go-food.

Untuk keperluan toilet, pendaki dianjurkan membuat lobang galian dengan jarak minimun 15 meter dari bibir danau. Untuk mencuci muka dan gosok gigi, bisa mengambil air di danau, tetapi tidak boleh melangsungkannya langsung di danau.

Untuk pendaki cewek, pengelola sudah juga sediakan ruang toilet. Namun saat akan mengguankannya pendaki harus membawa air sendiri dengan dengan mengambil di Danau.

toilet.
Toilet ranu kumbolo. Image via: idntimes.com

Sunrise Ranu Kumbolo Semeru

Sunrise di Ranu Kumbolo sangat mempesona dan menawan. Corak sinar matahari keemasan terpantul oleh permukaan danau, seakan membawa kita ke dunia dongeng.

Tidak hanya itu saja, ada sebuah kelucuan yang juga kemolekan menakjubkan. Coba ingat kembali saat SD disaat disuruh menggambar panorama alam. Gambar apa yang kita buat?? 90% akan menanggapi gambar 2 buah gubung berdampingan, dengan matahari terbit di sela sela 2 gunung itu. Disni lucunya! Sunrise yang kita nikmati disini 100% sama persis denga cerminan itu. Di Ranu Kumbolo, sunrisenya merupakan perwujudan dari imajinasi sunrise sempurna yang hidup dari masa kecil kita.

sunrise
sunrise ranu kumbolo. Image via: @andyfz

Keyakinan Lokal Ranu Kumbolo

Danau Ranu Kumbolo berada dalam zona pemukiman masyarakat adat suku tengger. Mereka menganut dengan kokoh adat istiadat aset leluhur mereka. Yang pada beberapa aspek, sistem keyakinan mereka terkoneksi kokoh dengan alam lingkungan mereka tinggal. Tercantum juga dengan lingkungan danau Ranu Kumbolo Semeru ini. Ada beberapa hal mengenai keyakinan itu yang menarik untuk dibicarakan. Berikut kita bicarakan 3 antara lain.

1. Air Danau Yang Suci

Masyarakat setempat memilki keyakinan, kalau air danau Ranu Kumbolo merupakan air suci, maupun minimun sumber air suci. Air danau dipakai untuk ritual keagamaan masyarakat. Karena itu para pendaki dilarang untuk mandi, mencuci, apalagi buang air di danau. Aktivitas di sekitar Ranu Kumbolo juga harus dilakukan dengan jarak minimun 15 meter dari tepi danau.

prasasti-ranu-kumbolo
Prasasti Ranu. Image via: ngalam.co

Ingin percaya maupun tidak, hendaknya larangan tersebut tetap kita taati. Terlepas dari percaya maupun tdak, paling tidak peraturan itu bernilai untuk menjaga air danau Ranu Kumbolo agar tetap bersih dan selalu indah untuk didatangi

2. Dewi Penunggu Ranu Kumbolo

Di golongan penduduk sekitar ada cerita soal ikan mas yang berada di danau Ranu Kumbolo. Ikan mas tersebut konon jelmaan dewi penunggu Ranu Kumbolo. Konon saat sedang dalam bentuk dewi, terdapat penampakan cewek yang menggunakan kebaya berupa kuning.

Kabut Ranu Kumbolo
Kabut permukaan danau. Image via: edsus.wordpress.com

Penampakan dewi penunggu ini diisyarati dengan adanya kepulan asap saat bulan purnama. Adanya mitos ini juga berdampak warga setempat melarang para pendaki untuk memancing di Ranu Kumbolo.

3. Tanjakan Cinta

Cerita yang disaat ini agak meragukan. Beneran dari penduduk lokal maupun malah bikinan para pendaki yang suka bercanda sok romantis. Tetapi akhirnya candaannya terlanjur tersebar dan malah dikira cerita lokal.

Tanjakan cinta
Tanjakan Cinta. Image via: indonesia360derajat

Di sebelah barat Ranu Kumbolo, ada tanjakan yang mengarah ke puncak bukit. Konon siapa juga yang terus berjalan naik sembari memikirkan pendampingnya tanpa menatap ke belakang, akan memiliki akhir cinta yang senang.

Mitos ini konon berkembang dari stori seorang pendamping yang pernah mendaki tanjakan ini. Saat si cowok sedang enak berjalan sembari diambil foto, pendamping perempuannya yang berjalan di belakangnya ternyata kecapekan dan mendadak pingsan. Naasnya, cewek tersebut jatuh terguling hingga akhirnya tewas.

Berawal dari cerita berkecil hati ini, kisal malah terus dipelihara dan dikenang sebagai simbol romantisme dan keabadian cinta. Anak anak pencinta alam memang paling jago dalam hal memelihara kenangan dan romantisme.

Ketentuan Saat Berkunjung ke Ranu Kumbolo Semeru

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat berkemah di Ranu Kumbolo Semeru ini. Biasanya peraturan peraturan ini sudah masuk dalam materi brifing saat handak berangkat di pos Ranu Pani. Di sana biasanya ada brifing sepanjang 30 menit.

1. Tempat mendirikan tenda

lokasi tenda
2 posisi pendirian tenda. Image via: idntimes.com

Walau di sekitar danau memang ada banyak tanah lega, tetapi hanya ada 2 posisi yang bisa dipakai sebagai tempat mendirikan tenda. Yang pertama di savana dekat pos 4 turun ke bawah, dan kedua dekat shelter di balik bukit Ranu Kumbolo.

Tidak hanya dari 2 tempat itu, kita dilaang mendirikan tenda. Karena tanah di sekitar Ranu Kumbolo dikira sakral oleh komunitas adat tengger.

2. Tidak boleh berenang di danau

Hadirin tidak boleh berenang di danau. Urusan ini bukan hanya soal sakral maupun soal dewi ikan mas, tetapi juga penyebabnya keamanan. Hawa danau yang tidak menentu ditambah dengan kedalaman danau yang mencapai 28 meter bisa berakibat parah bagi para pendaki yang nekat berenang di Ranu Kumbolo.

Berbahaya untuk renang.
Berbahaya untuk renang. Image via: @mohammedfarras

3. Batas mendirikan tenda

Tidak hanya diatur soal di zona mana saja boleh mendirikan tenda, ada juga ketentuan soal posisi mendirikan tenda terhadap tepi danau. Untuk menjaga kebersihan danau agar tetap terawat, para pendaki dilarang mendirikan tenda sangat dekat dengan tepi danau. Jarak terdekat dari bibir danau, untuk mendirikan tenda merupakan 15 meter dari tepi danau.

Tidak hanya peraturan soal jarak tenda, untuk menjaga kebersihan danau, para pendaki dilarang memberi makan ikan apalagi buang sampah sembarangan ke danau. Bagi pendaki yang terciduk melanggar ketentuan ini akan diusir dari zona danau.

4. Mencuci perlengkapan makan

Di zona danau, mencuci perlengkapan makan juga ada aturannya. Hadirin tidak diijinkan mencuci perabot kotor sisa makan langsung di danau. Untuk mencuci piring kotor, hadirin dipersilakan membuat lubang galian pada zona lebih dari 15 meter dari danau. Di lubang inilah dijadikan tempat mencuci piring dan sekalian buang sisa masakan, Untuk setelah itu ditimbun lagi sesudah selesai dipakai.

5. Mandi dan buang air

Untuk mandi dan buang air, pendaki dipersilakan menggali lubang untuk tempat buang air yang setelah itu ditimbun lagi sesudah selesai. Unutk hadirin cewek, pengelola zona sudah sediakan sarana toilet yang bisa dipakai untuk mandi maupun buang air. Namun hadirin harus mengambil air danau dulu dengan memanfaatkan ember.

6. Tidak boleh menyalakan api unggun

Api  unggun bersama.
Api  unggun bersama. Image via: pulsk.com

Untuk menjaga mutu hutan di sekitar danau dari pengambilan kayu bakar lewat batas dan menjaga bisa jadi kebakaran hutan, pihak Halaman Nasional Bromo Tengger Semeru melarang pendaki untuk membuat api unggun. Sebagai gantinya pihak TNTS membuatkan satu api unggun yang bisa dipakai bersama seluruh pendaki yang berada di camp pada saat itu.

Tidak hanya mengirit kayu, dengan membikin api unggun bersama juga diharapkan sanggup mempererat jalinan antar pendaki agar semakin dekat satu sama lain.

Demikian cerita cerita ringan dari nativeindonesia.com, untuk bumbu ekstra pengetahuan demi semakin matangnya persiapan kalian yang akan berusaha mendaki gunung semeru dan menikmati kemolekan danau Ranu Kumbolo.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *