Istana Maimun Arsitektur Epik Dari Kerajaan Deli

Posted on

Indonesia ialah negeri yang dahulunya memiliki bermacam rupa kerajaan sebelum bersatu menjadi nama Indonesia. Hingga kini aset kerajaan tersebut masih bisa dinikmati dan dijadikan sebagai sebuah museum maupun juga istana kerajaan sebagai tempat tinggal para raja serta pula ratu.

Yup, di sumatera utara dahulu juga pernah berdiri kerajaan Deli. Dimana, peninggalannya ialah Istana Maimun yang hingga sekarang masih selalu didatangi sobat native dan menjadi sebuah ikon wisata kota medan yang tidak boleh untuk dilewatkan.

Istana Maimun
Istana Maimun. Image via: @hadipramono82

Istana Maimun

Pertama menatap kawasan ini sobat native akan disuguhkan dengan corak khas yang akan selalu teringat di dalam hati. Ya, sebagian besar dari bangunan ini bercorak kuning. Semua orang yang pernah mendatangi kawasan ini juga akan sepakat jika Istana Maimun tercantum dalam istana terindah yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Arsitekturnya yang mengesankan dan ialah perpaduan kokoh antara budaya melayu dengan islami membuat objek wisata ini seakan elegan serta pula megah. Di tambah lagi dengan beberapa ornament yang ialah perpaduan bangsa eropa seperti italia, spanyol, serta pula india. Tempat ini dahulu di sebut dengan dengan istana anak hijau. Lantaran ada legenda dan cerita mengenai seorang anak yang konon katanya ada di satu dari keseluruhan bagian istana.

ruang singgasana
Ruang singgasana. Image via: ajengmas.com

Luas kawasan ini ialah 2.722 meter persegi. Kawasan yang sangat luas ini punya kurang lebih 30 rubrik. Banyak sekali bukan? Di setiap ruangannya terdiri dari perpaduan budaya belanda yang memang menjajah negeri ini sejak lama. Perihal tersebut boleh dipandang dari bermacam rupa perabotan seperti lemari, pintu, meja, toilet, dan kursi.

Yup, di dalam rubrik ini ada juga sebuah prasasti yang dibuat dari marmer dengan tulisan bahasa belanda. Hadirnya prasasti ini ialah sebuah bukti dimana, kawasan ini dahulu pernah dipengaruhi oleh belanda. Memang, hadirnya kawasan ini buat kita layak besar hati.

Dominasi corak kuning disini ternyata bukan tanpa karna. Lantaran kerajaan deli dahulunya, punya corak kebesaran adalah kuning, kira-kira di setiap sudutnya selalu dihiasi dengan corak kuning. Yup, diatas tadi sudah kita simak, jika kawasan ini juga dipengaruhi bangunan eropa. Perihal tersebut bisa kita lihat di jendela dan lampu yang bisa kita lihat di setiap rubrik.

Lampu gaya eropa, pintu gaya timur tengah
Perpaduan Lampu eropa dan bentuk kubah muslim. Image via: sportourism.id

Lalu nuansa islami, yup coba lihat ke atas atapnya, mirip dengan sebuah kubah masjid bukan? Ataupun ada juga bentuk perahu terbalik yang biasa dijumpai di negeri timur tengah. Mengesankan sekali arsitektur istana ini yang dapat memadukan bermacam komponen budaya dari bermacam belahan dunia.

Di depan istana kurang lebih 200 meter ada sebuah masjid yang diketahui dengan nama masid raya medan. Di sebelah masjid ini ada halaman sri deli medan. Yup, coba sobat native datang pada saat bulan puasa. Di saat detik-detik menunggu bedug kawasan ini akan dipadati oleh para jemaat yang sedang berpuasa untuk menikmati bermacam rupa hidangan berbuka yang disediakan.

Sejarah dan Asal-Usul

Kawasan ini di bangun pada bertepatan pada 28 agustus 1888. Dimana, pembangunannya di pimpin langsung oleh sultan Mahmud al rasyid dan selesei pada 18 mei 1891. Kawasan ini memiliki 2 lantai dan  3 bagian. Bangunan induknya dipakai untuk  singgasana raja tercantum pula bagian sayap kanan dan kirinya. Sejak tahun 1946 kawasan Istana Maimun di huni oleh para ahli waris dari kerajaan deli.

meriam punting
Meriam punting. Image via: jalantraveller

Misteri dan Mitos

Di kawasan ini ada sebuah misteri mengenai meriam punting. Dimana, meriam ini punya cerita dan misteri yang sudah terkemuka. Jadi, dahulu di kerajaan timur raya hiduplah seorang anak elok jelita bernama anak hijau. Dinamakan sebagai anak hijau lantaran anak ini memancarkan corak hijau di sekujur badannya.

Ananda ini punya 2 orang saudara pria adalah mambang khayali dan mambang yasid. Suatu hari Raja aceh datang dan bakal meminang si anak hijau yang buatnya tergila-gila. Namun, hasrat baik tersebut di tolak mentah-mentah oleh kedua saudara anak hijau. Lantaran si raja tidak selaras dengan kriteria.

Raja Aceh juga tidak terima dengan perlakuan tersebut. Akibatnya Raja Aceh juga melanda kerajaan timur raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mahmud yasid. Sebuah peristiwa aneh dan ajaib juga berlangsung saat anak hijau masuk keistaana dan para prajurit raja aceh bakal menculiknya. Mahmud khayali juga berbeda menjadi meriam dan menembak raja aceh berserta prajuritnya. Sedangkan anak hijau, menjelma menjadi senjata meriam.

Yup, meriam ini juga rusak menjadi 2 bagian yang pertama, melayang hingga ke desa sukanalu, kecamatan Barus Jahe Tanah Karo. Sedangkan bagian belakang, di simpan di bagian sisi kanan dari wisata pembelajaran maimun.

 

benda bersejarah
Koleksi barang mempunyai sejarah. Image via: arsitektour.

Rute Letak

Istana Maimun terletak di sultan ma’moen al rasyid nomor.66 A U R, medan maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. kawasan ini sangat dekat dengan alun-alun kota medan jaraknya hanya 7 kilo meter. jadi, sobat native yang kepingin berhasil mendatangi kawasan ini begitu mudah mencapainya.

Untuk jam operasionalnya akan buka pada hari senin sampai dengan minggu pada waktu 8 pagi hingga waktu 12 siang. Sesudah itu, akan istirahat semasih 1 jam. Lalu, akan buka kembali pada waktu 1 siang hingga 5 sore. Untuk pertunjukan musik tradisional khas medan akan disuguhkan pada hari minggu waktu 10 pagi hingga 12 siang.

 tahun 1905
Istana Maimun akhir abad 19. Image via: jejakpiknik

Harga Tiket Masuk

Demi bisa menikmati kawasan ini, sobat native akan dipakai biaya sebesar 5 ribu rupiah saja. di tambah dengan duit parkir sebesar 10 ribu rupiah dengan memakai mobil dan 5 ribu rupiah bagi yang memakai kendaraan bermotor.

Tampaknya, kurang cocok kalau tidak photo di istana ini dan bergaya bak raja dan ratu kerajaan deli. Yup, untuk mencipatakan momen tersebut, sobat native bisa menyewa pakaian adat serta aksesoris melayu yang disediakan oleh pihak pengelola dengan harga 15 ribu hingga 30 ribu rupiah.

Dengan memakai pakaian adat ini sobat native akan telihat layaknya seorang bangsawan sejak masa dahulu. Dan entah mengapa, saat sobat native memakai pakaian adat ini seperti kecantikan dan ketampanan akan meninggi tajam. Penasaran, tidak lupa untuk menyewanya ya? Karena kenangan itu mahal harganya.

sewa baju adat
Sewa pakaian adat. Image via: datawisata.com

Apabila kepingin berhasil menikmati bangunan dan bisa leluasa photo maka dianjurkan datang pada week day karena hadirin tidak akan begitu banyak. Apabila kepingin berhasil menikmati sajian musik tradisonalnya datang pada hari minggu. Namun, kondisi istana ini akan selalu penuh baik dalam negeri ataupun mancanegara.

Istana Maimun ialah kawasan yang tidak boleh untuk dilewatkan. Berisi sejarah panjang perjuangan rakyat medan dalam memukul mundur belanda. Tidak hanya itu, kemolekan bangunannya memang tidak boleh untuk dilewatkan jika sobat native sedang berada di medan. Ataupun yang sedang merancang liburan ke medan.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *