Desa Aeng Tong-Tong, Desa Perajin Keris Madura

Posted on

Hal apa yang terpikir untuk buah tangan saat sampai di Madura? Tidak hanya kemilan, Madura tampaknya punya hasil kerajinan tangan yang melegenda, ialah Keris.

Sayangnya, buah tangan tersebut tak bisa ditemui di semua wilayah. Adakampung khusus tempat perajinnya. Namanya Desa Aeng Tong-Tong.

Desa Aeng Tong-tong yakni desa yang menjadi rumah bagi 640 Mpu—sebutan bagi perajin keris—di Sumenep. Mutu mereka malahan sudah diakui dunia.

“Sejak 2014, Sumenep telah mengukuhkan pribadinya menjadi Kota Keris. Malahan UNESCO telah juga menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai wilayah perajin keris paling banyak di dunia, dan sebagian besarnya ada di Desa Aeng Tong-Tong,” ucap Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim.

Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep yakni satu-satunya desa di Sumenep malahan di Indonesia yang kira-kira 100 persen warganya yakni perajin keris.

Keterampilan membuat keris diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Konon, kebutuhan persenjataan Kerajaan Sumenep memang dibikin di desa ini.

Menurut Mpu Sanamo, salah seorang perajin keris di desa tersebut, mereka memiliki rumah asli aset nenek moyang yang masih dipelihara keasliannya hingga sekarang.

Di dalamnya ada sebuah pusaka yang diikat di sebuah tiang rumah, dan tidak pernah dipindahkan sampai sekarang.

Dicari penggemar keris

Keris asal Desa Aeng Tong-Tong ini sangat diminati penggemar keris, baik Indonesia sampai ke luar negeri.

Biasanya, orang menyukainya karena garapannya halus, baik keris ataupun warangka  ataupun rumah kerisnya.

Saking lestarinya budaya pembutan keris, kanak-kanak umur Sekolah Dasar (SD) di desa tersebut juga sudah menekuni pembuatan keris.

Para perajin keris di Desa Aeng Tong-Tong, Sumenep, Madura, menekuni pembuatan keris sejak usia Sekolah Dasar.https://pesona.travel Para perajin keris di Desa Aeng Tong-Tong, Sumenep, Madura, menekuni pembuatan keris sejak umur Sekolah Dasar.

Satu dari semua yang seperti itu yakni Mpu Ika. Ia mengaku menekuni pembuatan keris sejak SD. Mpu Ika adalah generasi keempat malahan adalah satu-satunya Mpu Perempuan yang terletak di Indonesia saat ini.

Dulu, ia hanya membuat warangka. Namun sekarang, ia mahir membuat sebilah keris sendirian. Satu dari semua karyanya yakni keris yang dihadiahkan kepada Presiden Jokowi pada saat Festival Keraton Nusantara di Sumenep pada Oktober 2018.

Pembuatan keris

Proses pembuatan keris diawali dari penempaan besi menjadi sebuah olahan dasar keris. Dalam proses inilah juga dimasukkan pamor ke dalam keris tersebut.

Proses yang disebut tempa lipat itu, mencampurkan plat-plat baja menjadi sebuah keris dengan proses pemanasan.

“Aampai menjadi sebuah keris paling tidak terdiri dari 150 lipatan. Sesudah terasanya sempurna, maka olahan dasar tersebut sesudah itu diperhalus dengan gerinda, ditambahkan tembaga ataupun emas, dan sesudah itu diukir sesuai pesanan,” ucap Mpu Sanamo, perajin keris yang ada.

Ia juga menjelaskan, pada tahap akhir sesudah itu keris-keris tersebut akan disepuh untuk memunculkan corak yang di idamkan.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *