Beberapa Fakta Tentang Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Posted on

taman-wisata-alam-angke-kapuk

Benernya udah lama banget aku pengen berkunjung ke taman Wisata Alam Mangrove yang udah terkenal di sosmed ini, tetapi berhubung lokasinya yang memang cukup jauh apalagi dari tempat tinggal aku di planet Bekasi, akhirnya baru bulan lalu aku kesampaian jalan-jalan ke sini. Dan sehabis menempuh ekspedisi yang cukup panjang, berliku, sempet nyasar-nyasar pulak, aku menciptakan beberapa dalil tentang tempat ini.

Baca Juga : 25 Tempat Wisata di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Di kawasan wilayah Muara Angke – PIK terdapat 3 posisi Hutan Mangrove yang berbeda ialah:

  • Suaka Margasatwa Muara Angke, lokasinya berada di seberang lingkungan Ruko Mediterania PIK, dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI. Tidak dibuka untuk umum, kalau ingin masuk kesana harus memohon izin ke kantor yang beralamat di jalan Salemba Raya nomor 9 Jakarta Pusat.
  • Hutan Mangrove Jakarta, berlokasi di Jalan tepi laut Indah Utara I, Jakarta Utara. Dikelola oleh provinsi DKI Jakarta, untuk masuk kesini tidak ada biaya hanya membayar biaya parkir kendaraan. Tempatnya memang agak kotor dan kecil.
  • taman Wisata Alam Angke Kapuk, iniiihh ia hutan mangrove yang lagi terkenal di sosmed karena banyak spot photo yang bagus-bagus. Tempatnya memang kece dan cocok untuk melancong bersama sahabat ataupun keluarga. Karena tidak hanya potret-potret kita juga bisa mempelajari tentang konservasi mangrove.

taman-wisata-alam-angke-kapuk

hutan-mangrove-pik

mangrove-jakarta

Tiket Masuk ke posisi taman Wisata Alam Mangrove dan tarif aktivitasnya

Tiket masuk wisatawan lokal: Rp 25. 000/orang
Tiket masuk wisatawan asing: Rp 125. 000/orang
Paket menanam mangrove: Rp 150. 000/orang
Paket menanam mangrove dengan papan nama: Rp 500. 000/orang
Sewa perahu: Rp 250. 000/6 orang/perahu
Sewa perahu: Rp 350. 000/8 orang/perahu
Sewa kano: Rp 100. 000/45 menit

hutan-mangrove-jakarta

hutan-mangrove-pik

wisatawan mampu menginap di taman Wisata Alam Mangrove dengan tarif sebagai berikut:

  • Rumah tenda di atas tanah: Rp 300. 000/malam, kamar mandi luar, max 2 orang.
  • Rumah tenda di atas air tanpa AC: Rp 450. 000/malam, kamar mandi luar, max 2 orang
  • Rumah tenda di atas air dengan AC: Rp 600. 000/malam, kamar mandi luar, max 2 orang
  • Villa bermacam-macam, mulai dari Rp 1. 300. 000 hingga Rp 6. 000. 000 per malam
  • IMHO, agak serem deh kalau nginep sini apalagi malem-malem kan hening, kamar mandi di luar pula. kalau nginep rame-rame kegiatan outing kantor gitu sih gakpapa. tetapi kalau cuma berdua ataupun berempat kayaknya mikir-mikir deh 😀

hutan-mangrove-pik

Untuk mengarah ke taman Wisata Alam memakai kendaraan umum ada 2 cara ialah:

  • Nyaman tetapi lama, ialah dengan naik bis transjakarta sampai halte Monas ataupun Kota terus ubah naik BKTB (bis Kota Terintegrasi Busway) yang arah PIK, turun di Yayasan Budha Tzu Chi dan ikuti papan petunjuk mengarah taman Wisata Alam.
  • Gak nyaman dan ternyata tetep lama juga, ialah dengan naik bis transjakarta yang arah Pluit (koridor 12) turun di halte penjaringan (1 halte sebelum halte Pluit), sambung naik angkot B01 jurusan Muara Karang, turun di Pizza Hut Muara Karang, sambung lagi naik angkot U11 jurusan PIK, turun di Yayasan Budha Tzu Chi dan ikuti papan petunjuk mengarah taman Wisata Alam

bktb-pluit

gambar minjem dari sini

Nungguin bis BKTB ini emang lama banget, bisa 30 menit sampe 1 jam, bawalah game seperti dominasi, scrabble ataupun halma supaya gak bosen nunggu 😀 tetapi percayalah, naik BKTB merupakan cara paling nyaman mengarah taman Wisata Alam daripada harus panas-panas naik angkot, pindah-pindah angkot dan ternyata lama juga nyampe PIK-nya.

Baca Juga :  6 Wisata Kuliner Jakarta yang wajib dikunjungi

Kemaren karena gak sabar nungguin BKTB aku akhirnya pake cara yang ke 2. Dan begitu aku turun di depan Yayasan Budha Tzu Chi, itu BKTB melintas dengan manis di hadapan aku yang udah banjir keringat karena kepanasan di angkot, onchyooom!

tzu-chi

Yayasan Tzu chi, kalo udah nemu bangunan ini brarti udah deket (gambar minjem dari sini)

mangrove-pik

Cuma ada satu kantin yang menjual santapan dan minuman di taman Wisata Alam Angke – Kapuk, itupun harganya mahal dan adanya cuma santapan – minuman praktis aja. Jadi mendingan membawa bekal yang bisa disempilin di tas (karena ada larangan membawa santapan dan minuman, yakali sana seketika dateng membawa rantang), ataupun sebelum kesini mampir dulu di tempat makan lucu – lucu di Ruko Cordoba PIK deket sana, ada Rati-rati, warung rawit, fat bubble, ramen ikkudo ichi, dan masih banyak lagi.

hutan-mangrove-jakarta

ini bukan mbak2 yang jaga kantin

Ada charge ekstra bagi yang membawa camera digital (tidak hanya camera HP) dan charge-nya gak tanggung-tanggung shay, 1 juta rupiah aja gitu?! Hamsyong kan mamen !. kalau udah terlanjur membawa kamera diartikan dan gak ingin bayar charge-nya, kamera harus dititipkan di tempat penitipan. Ini memang agak aneh sih peraturannya, kalau memang tujuannya untuk komersil seperti photo prewed gitu sih gakpapa ya dicharge semahal itu. tetapi ya sudahlah kalau memang peraturannya begitu, sekarang kan banyak juga smartphone yang mutu kameranya udah setara kamera digital. Selamat berpotret-potret sampai sampai kenyang deh.

hutan-mangrove-jakarta

Taman Wisata Alam Angke Kapuk

  • Telp: 08158030933 — 0811804579 — 021-29033066 — 021-290333055
  • Jam buka: 08.00 hingga 18.00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *