A Humble Place Called Warung Kopi Klotok

Posted on

Kalau jalan-jalan ke Yogyakarta, tidak lupa singgah ke wilayah Pakem Sleman, hanya berjarak kurang lebih 1 jam dari Kota Yogyakarta. Di Pakem, terdapat satu dari semua tempat yang sangat tersohor bagi orang lokal disitu, namun tidak jarang pula didatangi oleh pelanggan dari wilayah orang sebelah.

Tempatnya sangat sangat simpel, jauh dari hiruk pikuk, cocok untuk memberantas kerasa penat dan jenuh akan kegiatan tiap hari, menyuguhkan santapan tradisional, dari lauk sampai camilan, tempat makan itu bernama Warung Kopi Klotok.

Tiba disitu, hari mulai mendung mengarah hujan. Eh, masuk ke dalam ternyata sudah ramai saja. Adakala malah lauknya sudah habis, jadi kebagian yang ada saja.

Kalau bersedia mampir kesini, meski masih tercantum hidden gem, belum menjadi tourist spot, sebisa mungkin hindarkan weekend atau hari libur, bakal rame pake banget dan tidak mudah sanggup tempat duduk.

Ya, kalau cuaca terang sih oke-oke saja, karena outdoor sedang sejuk asalkan tidak dicium terik matahari. Kalau di outdoor, sanggup bersantai sembari menikmati panorama persawahan dan Gunung Merapi. Kebetulan pada peluang ini sedang hujan, jadi seluruhnya duduk di dalam dan menjadi terbatas.

Lauknya terdiri dari sayur lodeh (lodeh lombok ijo, lodeh kluweh dan lodeh terong), sayur asem, telur dadar, dsb. Kalau orang Yogya menyebutnya sebagai sayur ndeso.

Ada juga beberapa tipe camilan, namun yang paling beken dan maknyus yaitu pisang gorengnya.

Pisang gorengnya nikmat, karena fresh from oven, masih panas-panas, tepung yang dipakai juga lembut banget. Kira-kira tiap meja memesan pisang goreng ini.

Dilengkapi dengan teh panas yang dibuat dari serbuk teh gitu dan kopinya juga wangi serta pahitnya cocok, khas kopi hitam nusantara. Gula disini mengenakan gula batu.

Seluruh orang yang suka gowes naik sepeda juga mampir kesini untuk mengisi perut. So, apabila anda mau berhasil berupaya atmosfer pedesaan yang membumi, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, mungkin anda perlu berupaya menginjakkan kaki kesini.

Risalah ini di kontribusi oleh Andrian Agung, penikmat fotografi street dan lanscape. Kepoin keseharian dia di Instagram.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *