7 Alasan Kenapa Banyak Turis Indonesia Traveling ke Nepal

Posted on

Barangkali 5 ataupun 10 tahun sebelumnya, tak seluruh orang Indonesia yang tahu negeri Nepal. Paling-paling kalaupun tahu cuma benderanya aja yang cukup nyentrik. Bendera Nepal kan wujudnya 2 buah segitiga berupa merah. Sangat berbeda dengan negeri lain di mana bendera ya wujudnya persegi panjang.

Tetapi 2-3 tahun baru-baru, banyak traveler asal Indonesia yang berbondong-bondong liburan ke Nepal. Ada banyak penyebabnya yang melatarbelakanginya, kenapa banyak yang traveling ke Nepal baru-baru ini. Sekarang anda dapat lihat di linimasa Instagram, orang-orang Indonesia sudah bergaya di Everest Base Camp, Annapurna, Kathmandu, dan destinasi lain di Nepal.

Apa ya sebabnya banyak traveler Indonesia liburan ke Nepal? Hipwee Travel punya jawabannya!

1. Tiket pesawat ke Nepal sekarang tersuguh dengan harga yang cukup murah. Lebih murah dari tiket dalam negeri yang ampun mahalnya

paragliding di pokhara via www.instagram.com

Sebab tiket pesawat ini sangat mempengaruhi terhadap kunjungan pengunjung ke Nepal. Tambah banyak tiket murah ke negeri kaki Himalaya ini, tambah banyak pula traveler yang berkunjung ke sana. Yup, dalam beberapa tahun ini tiket ke sana memang cukup terjangkau. Tiket balik angkat kaki standarnya 4 jutaan dari Jakarta ke Kathmandu. Jauh lebih murah daripada tiket dari Jakarta ke Jayapura contohnya. Hehehe.

2. Tiada kedutaan Indonesia di Nepal bikin negeri ini tidak begitu tersohor bagi pelancong Indonesia beberapa tahun silam, selang Malaysia rame banget yang ke sana

pelancong indonesia di bhaktapur, nepal via www.instagram.com

Nepal tidak tersohor bagi pelancong Indonesia bisa jadi karena tiada kedutaan besar RI di sana, yang ada cuma konsulat. Itu pula cuma nebeng di kantor negeri lain. Jadi wajar kalau Nepal merasa asing bagi orang Indonesia. Sedangkan bagi orang Malaysia, Nepal merasa sangat dekat. Tak cuma karena berdampingan pernah dijajah Inggris, selalu ada penerbangan langsung ke Nepal. Pekerja dari Nepal pula banyak yang kerja di Malaysia. Tetapi sekarang kondisinya sudah berbeda. Pelancong Indonesia pula sudah membanjiri Nepal.

3. Kemolekan Himalaya selalu membuat pendaki dari manapun takjub dan bercita-cita ke sana. Ternyata ada cara mudah menikmati Himalaya tanpa harus ke puncak Everest. Cobalah ke ABC ataupun EBC

annapurna base camp via www.instagram.com

Puncak-puncak Himalaya selalu jadi impian para pendaki gunung. Tak terkecuali para pendaki dari Indonesia. Tetapi membahas Himalaya tak pernah lepas dari Everest, puncak paling tinggi dunia. Membayangkannya sudah pusing, apalagi tau kalau budgetnya bisa ratusan juta rupiah. Itu pula dengan taruhan nyawa jelasnya.

Yup, dalam 3 tahun ke belakang, beberapa pendaki yang sudah ke Nepal mempopulerkan trek pendakian yang lebih manusiawi dengan panorama alam yang spektakuler. Ada 2 trek yang sepanjang ini jadi pilihan pelancong ialah Annapurna Base Camp dan Everest Base Camp. Deretan gunung salju ini lebih mengizinkan untuk diakses pendaki Indonesia yang budgetnya tidak banyak-banyak banget.

4. Gambar-foto di Instagram tentang Annapurna Base Camp dan Everest Base Camp bikin seluruh orang pengen ke sana. Demi gambar dengan latar belakang gunung salju!

Viralnya nasris dengan panorama alam gunung salju Annapurna Base Camp ataupun Everest Base Camp bikin netizen kena trigger. Jadi pada pengen juga mendaki ke sana demi gambar spektakuler tersebut. Memang sih kalau ke Nepal tidak mendaki Himalaya itu tidak lengkap. Apalagi ke Nepal tidak sampai ke Annapurna Base Camp, wah sayang banget itu. Wkwkwk.

5. Biaya hidup di Nepal cukup murah. Liburan ke sana tidak bikin kantong jebol

mereka aja tidak bosan ke nepal via www.halonepal.com

Liburan ke Nepal bahwasanya terhitung murah meriah. Tidak begitu beda jauh dengan Indonesia deh. Santapan, transport, pakaian, harganya relatif murah. Hanya saja kamu akan merogoh kocek lebih kalau mendaki gunung. Di atas gunung semua mahal, dan itu wajar sih ya. Dibanding Jepang ataupun Singapore yang biaya hidupnya selangit, Nepal jadi pilihan yang menarik untuk liburan sih.

6. Nepal itu eksotis karena destinasinya retro abis dan jauh dari kata modern. Kita seakan terbawa ke masa lalu bersama mantan

kabel kusut di thamel via www.instagram.com

Satu dari semua sisi menarik Nepal merupakan eksotismenya yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Nepal seakan jadi mesin lorong waktu di mana kita seakan dibawa kembali ke tahun 60 ataupun 70-an. Jadul, retro, awut-awutan namun ngangenin. Gimana tuh? Hehehe. Semua orang pasti terheran-heran kok bisa di tahun 2019 ini kabel di jalanan sangat awut-awutan, tiada lampu merah dan lebih memutuskan menaruh polisi di perempatan, hingga debu polusi tak ada habisnya yang entah datangnya dari mana.

7. Bagi pecinta fotografi, Nepal begitu unik. Human interest-nya bagus banget sih

asyik kan nepal? via www.pexel.com

Di Nepal ada 2 agama yang dominan ialah Hindu dan Buddha. Yup, karena ada 2 agama tersebut, ada banyak spot gambar yang menarik buat para juru potret. Di stupa ataupun temple, anda dapat berjumpa dengan biksu atau holy man yang tentu saja boleh anda gambar asal izin dulu. Yup, potret-potret human interest begitu sangat banyak tersuguh di Nepal. Bakalan bisa banyak gambar bagus deh jika anda memang suka fotografi human interest.

Yup, mungkin kamu ada penyebabnya lain pengen ke Nepal. Mari agendakan liburan ke sana akhir tahun ini, ataupun tahun depan?

Source