6 Hal yang Akan Kamu Rindukan Dengan Suasana Lebaran di Desa

Posted on
Atmosfer Lebaran di Desa, gambar: jambiupdate.co

Orang-orang Indonesia sudah biasa menyebut hari raya Idul Fitri dengan lebaran. Lebaran ialah momen yang selalu dinantikan, di prioritaskan dan menjadi topik menarik untuk dibahas. Atmosfer lebaran di desa semakin semarak apabila ketimbang dengan di kota.

Di Indonesia sendiri memang terdapat selisih mencolok antara lebaran di desa dan kota. Karena, kala idul fitri tiba masyarakat yang merantau ataupun bekerja di kota-kota besar akan kembali ke kampung halamannya.

Rela kepanasan, macet panjang, bayar tiket malah dan menerapkan pengorbanan yang ada untuk ketemu dengan keluarga di rumah. Akibatnya, tak heran kalau atmosfer di lebaran di desa lebih ramai seandainya ketimbang dengan di kota. Begini atmosfer lebaran di desa yang akan selalu kamu rindukan!

Takbir keliling yang meriah sekali

Takbir Keliling Membawa Obor, gambar: mamhtroso.com

Atmosfer yang betul-betul kamu rindukan ialah kala takbir keliling. Dimana, biasanya takbir dilakukan dengan mengelilingi satu wilayah ke wilayah yang ada. Berjalan kaki mengumandangkan takbir sembari memukul bedug penuh semangat.

Ditemani obor-obor berjalan mengelilingi kampung diikuti oleh kanak-kanak kecil. Tidak hanya berjalan kaki, ada yang memakai mobil pick up ataupun mobil pemuat barang. Mobil ini berisi pengeras suara, bedug untuk mengiring suara takbir.

Atmosfer Masjid Kala Lebarang, gambar: kompasiana.com

Allahuakbar… Allahuakbar…. Allahuakbar, Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar Walillahilkhamd. Mobil tersebut berjalan pelan sekali, di belakangnya ada kanak-kanak serta seluruh orang yang mengikuti berbaris apik.

Takbir keliling biasa dilakukan semalam suntuk secara bergantian. Tak ada kerasa letih, yang ada dibenak hanya kebahagiaan menyongsong hari kemenangan sehabis sebulan berpuasa. Senang sekali kerasanya berada di momen ini. Pastilah siapapun akan merindukan aktifitas ini.

Dalam memeriahkan aktifitas ini beberapa donatur memberikan snack ataupun masakan ringan untuk peserta takbir keliling. Malahan ada yang membagikan hadiah-hadiah, sampai-sampai lebih meriah lagi kegiatan ini.

Takbir di mushola ataupun masjid

Aktifitas Sehabis Sholad Ied, gambar: kompasiana.com

Tidak hanya takbir keliling, ada pula orang-orang yang mengumandangkan takbir di mushola ataupun masjid entah itu orang berumur ataupun kanak-kanak boleh bertakbir. Takbir di mushola juga dilakukan dari habis isyak sampai pagi menjelang sholat ied.

Kemeriahan idul fitri betul-betul merasa. Kita mendengar takbir dikumandangkan dimana saja. Atmosfer itu pastilah akan sangat kamu rindukan seandainya tidak bisa kembali saat lebaran. Atmosfer lebaran di desa sanggup menyejukkan jiwa serta menentramkan hati.

Zakat fitrah

Makan Bersama dengan Orang sebelah, gambar: tribunnews.com

Jika di kota, biasanya menyerahkan zakat ke lembaga-lembaga tertentu. Sedangkan kala di desa, penyerahan zakat fitrah bisa langsung ke mushola ataupun masjid terdekat. Pemberi zakat bisa datang langsung ataupun diwakilkan ke mushola ataupun masjid.

Disitu sudah ada panitia yang akan mengurus zakat serta membagikannya ke orang yang berhak mendapatkan zakat. Panitia tersebut juga akan menunjukan kita membaca kemauan zakat. Nantinya zakat tersebut dicatat satu persatu.

Sehabis penyerahan zakat fitrah selesai, selanjutnya panitia menyalurkan zakat kepada yang berhak di kawasan kampung. Zakat itu dibagikan dari rumah ke rumah, sampai-sampai tak ada lagi orang sebelah kesulitan ataupun kelaparan saat hari raya idul fitri.

Sholat ied

Sholat Ied, gambar: kompasiana.com

Di pagi harinya saat sholat idul fitri, semua orang keluar rumah bebarengan mengarah masjid ataupun lapangan tempat sholat ied. Kerasanya mengasyikkan, baik orang sebelah yang selalu keluar rumah ataupun tidak, berkumpul bersama-sama mengarah tempat sholat.

Saling menyapa, mengobrol, mempersoalkan sesuatu tidak seperti hari-hari biasanya. Semua orang berbahagia memperingati hari kemenangan. Tak ada lagi yang istilahnya musuhan, kerasa iri ataupun dengki. Hati kerasanya damai tanpa beban.

Makan Bersama Kala Lebaran, gambar: tabloid-desa.com

Ramai-ramai melangsungkan sholat, mendegarkan ceramah begitu menentramkan jiwa. Sehabis selesai sholat, biasanya semua orang saling bersalaman satu sama lain. Salaman ini sebagai langkah menjalani talisilaturahmi dan firasat kalau sudah saling memaafkan.

Berkunjung dari satu rumah ke rumah yang ada

Berkunjung dari satu rumah ke rumah yang ada, gambar: kompasiana.com

Sepulang sholat ied, lalu bermaaf-maafan dengan keluarga. Orang lebih tua dimintai maaf lebih dulu, sembari memberikan maaf, mereka memberikan doa-doa kepada anak, cucu dan yang ada. Sehabis aktifitas saling memaafkan di rumah sudah selesai, selanjutnya ke rumah orang sebelah.

Sebelum ke rumah saudara yang jauh, rata-rata warga desa berkunjung dari satu rumah ke rumah yang ada untuk bersilaturahmi dan memohon maaf. Kerasanya betul-betul damai, mengasyikkan karena di momen ini semua orang membuka pintu maaf selebar-lebarnya.

Waktunya memohon maaf atas dosa yang pernah diperbuat kepada orang sebelah ataupun keluarga. Kunjungan diawali dari orang yang dituakan ataupun dihormati. Bisa ustad, sesepuh dan para piranti desa.

Berziarah kubur

Atmosfer Ziarah Kubur di Desa, gambar: kimlombokbaratkab.files.wordpress.com

Kalau berziarah kubur bisa dilakukan sehari sebelum lebaran tiba. Namun, ada beberapa yang lebih menentukan sehabis sholat ied. Ziarah kubur ialah tradisi tak terlupakan. Karena itu ialah waktunya mendoakan keluarga yang sudah meninggal serta memohon maaf kepada ahli kubur.

Semua orang di rumah, bersama-sama berziarah kubur mendoakan semua keluarga yang sudah meninggal. Akibatnya, nantinya bisa berlebaran dengan tenang karena sudah mengirim doa untuk ahli kubur.

Tak hanya mendoakan, tetapi juga membersihkan zona makam seperti memotongi rumput, mewarnai batu nisan serta perawatan makam yang ada. Meski kadangkala teringat pada keluarga yang meninggal, tetapi karena dilakukan bersama-sama takkan ada kesedihan.

Atmosfer Sehabis Sholat Ied, gambar: kompasiana.com

Atmosfer lebaran di desa pada dasarnya merasa lebih akrab, kebersamaan serta ramai daripada atmosfer lebaran di kota. Kamu tentu merindukan sekali kala tidak bisa kembali ke kampung halaman di momen idul fitri.

Memang banyak selisih atmosfer lebaran di desa dengan kota, tetapi dimanapun kamu berada saat idul fitri tetap ingat orang tua. Sekarang, anda dapat memohon maaf melalui smartphone, aplikasi chat ataupun sosmed. Jadi, tak ada halangan untuk tidak bersilaturahmi.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *