4 Tips Bersepeda di Pedesaan Sekitar Candi Borobudur Magelang

Posted on

Tentu mengasyikkan jikalau menikmati atmosfer pedesaan di pagi hari dengan bersepeda. Fresh dan sejuknya udara pagi yang belum tercemar oleh banyaknya asap kendaraan menjadi satu hal yang langka, spesialnya di perkotaan.

Khusus untuk mereka yang melancong ke Candi Borobudur, aktifitas bersepeda keliling perdesaan bisa dilakukan dengan enteng. Tersuguh tempat sewa sepeda, ialah Wisata Sepeda Borobudur dengan tarif hanya Rp 15.000 maupun 1 dollar Amerika Serikat sekali pinjam.

Seandainya kepingin berhasil bersepeda keliling perdesaan sekitar Candi Borobudur, berikut 4 tipsnya:

1. Lakukan di Pagi maupun Sore Hari

Bersepeda di pedesaan paling cocok dilakukan pada pagi hari. Udara di perdesaan sekitar Borobudur yang masih begitu sejuk dan sehar sangat bisa dirasakan di pagi hari. Tak ketinggalan, kicauan burung di sawah ikut menyertai aktifitas bersepeda.

Tidak hanya itu, aktifitas masyarakat pedesaan di pagi hari seperti bertani dan berkebun juga bisa disaksikan. Hendaknya berlagak ramah pula kepada mereka jikalau berpapasan dijalan, seperti menyapa.

Seandainya melupakan waktu pagi, sore hari juga juga adalah waktu yang cocok untuk bersepeda. Cuaca yang tidak begitu panas menjadikan aktifitas bersepeda semakin mengasyikkan dan tidak sangat meletihkan.

2. Bersepeda saat Cuaca Terang

Bersepeda keliling desa tentu lebih mengasyikkan saat cuaca terang. Spesialnya jikalau gemar diambil foto, maka aktifitas diambil foto sembari bersepeda lebih leluasa dilakukan saat hari terang. Seandainya hujan, maka feature kamera rawan rusak kalau terkena air.

Namun jikalau tetap kepingin berhasil bersepeda saat hujan, hal itu tetap bisa dilakukan. Kalau tidak kepingin berhasil berbasah-basah, jas hujan baju-celana bisa dipakai saat bersepeda. Penyewa bisa bersepeda tanpa mantel jikalau kepingin berhasil hujan-hujan.

3. Sewa Pemandu

Ada banyak tempat di sekitar Candi Borobudur yang bisa didatangi dengan bersepeda seperti Candi Mendut dan Candi Pawon. Tidak hanya itu, kemampuan desa setempat seperti kerajinan batik juga bisa ikut didatangi.

Belajar membatik sambil berwisata sepeda di Kecamatan Borobudur.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Belajar membatik sembari melancong sepeda di Kecamatan Borobudur.

Oleh karna demikian, agar ekspedisi juga melewati tempat-tempat yang bagus, ada baiknya mengenakan jasa pemandu. Tidak hanya itu, aktifitas bersepada lebih baik dilakukan bersama sahabat maupun keluarga agar semakin seru.

Biaya sewa pemandu juga tidaklah mahal, hanya Rp 100.000 untuk satu pemandu dengan maksimal peserta 20 orang. Namun lebih baik jikalau mengenakan 2 pemandu kalau rombongan bersepeda mencapai jumlah itu agar ia tidak sangat kerepotan.

4. Jaga Kebersihan dan Berhat-hati

Penyewa bisa mampir ke warung jikalau haus maupun lapar. Mereka juga bisa membawa bekal sendiri. Namun satu hal yang harus dilakukan ialah tetap menjaga kebersihan dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

Terlebih jikalau rute bersepeda ada di tengah perdesaan, maka membuang sampah jelasnya adalah perbuatan yang tidak terpuji karena mengotori lingkungan tempat tinggal warga.

Tidak hanya itu, pesepeda juga hendaknya berjaga-jaga karena rute yang dilalui nantinya tetaplah jalan umum sampai-sampai masih dilalui kendaraan. Terlebih lagi jalan di depan tempat sewa sepeda ialah jalan utama mengarah Candi Borobudur.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *