10 Tips Penting Sebelum Berwisata ke Jepang

Posted on

Jepang ialah negeri yang luar biasa. Orang-orangnya sangat baik dan ramah. Makanannya senang. Transportasi umum juga sangat praktis. Kalian boleh menikmati seluruh hal yang terdapat di Jepang, mulai dari keelokan alam, tempat memiliki, blog memiliki, budaya beken, tempat untuk berbelanja, dan lain sebagainya. Namun untuk sebagian besar pasti masih merasa Jepang itu sangat jauh sekali.

Kala pertama kali datang ke Jepang, aku hanya bisa sedikit berdiskusi bahasa Jepang (paling hanya cuma ungkapan salam seperti “ohayo – selamat pagi” dan “arigato – terima kasih”). Perihal tersebut membuat aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajari tata krama tiap hari. Pelajaran tersebut juga aku miliki sehabis menerapkan beberapa kesalahan. Dibawah ini beberapa tata krama tiap hari yang mau berhasil aku kasih kepada kamu.

Di Indonesia, paling utama saat kamu menaiki bis trans, anda wajib menyerahkan tempat dudukmu kepada anak kecil, perempuan dan orang tua. Aku kira hal itu sama di semua negeri.

Ternyata aku salah.

Di Jepang, anda dapat menciptakan kursi prioritas pada semua kereta, bis, terlebih lagi pada lapangan terbang dan halte. Apa kamu tahu jika anda tidak harus memberikan kursimu kepada anak kecil, seberapa juga kecilnya mereka (kecuali mereka bayi dan bersama ibunya)? Aku menanyakan hal itu kepada sahabat yang ialah orang Jepang dan ia menanggapi, “anak kecil itu kokoh. Mereka bisa berdiri. Mereka harus belajar untuk menjadi kokoh.”

Ternyata begitu alasannya.

Jadi kalau di Jepang, anda wajib menyerahkan kursi tersebut kepada :

    • Perempuan berisi

 

    • Perempuan dengan bayi

 

    • Orang cacat ataupun yang memiliki penyakit jantung

 

    • Orang tua

 

Salah satunya gambar di bawah ini.

Yup, macam apa kamu tahu apakah perempuan tersebut sedang berisi ataupun tidak? Kamu pasti pernah mengalami hal semacam ini. Kamu ragu apakah orang tersebut memang sedang berisi ataukah perempuan tersebut memang berbadan besar. Ha ha… dan kamu juga tidak bersedia memberikan kursimu kepada orang yang salah, bukan?

Untuk suasana seperti itu, perempuan berisi biasanya akan memasang barang ini.

Image source : http://gaijinpot.com/

Memberikan kursi kepada orang tua juga sedianya cukup susah, lho. Karena seringnya mereka akan menolak untuk duduk apabila ditawarkan. Kalau mereka menerima untuk duduk, itu sama saja dengan mereka menerima kalau mereka itu sudah tua! Karena begitu, hendaknya kamu berjaga-jaga ya…

Kalau mereka menolak untuk duduk, biasanya aku akan memberitahu kalau aku akan turun di pemberhentian selanjutnya, agar mereka akan menerima tawaran kita dengan senang hati.

Di Indonesia, biasanya kita diberitahu untuk tidak membuang tissue ke lubang kloset. Di dalam toilet akan disediakan tempat sampah sebagai tempat untuk membuang tissue yang sudah dipakai. Aku juga menerapkan keadaan yang setara semasih beberapa bulan sampai akhirnya aku sadar kalau tempat sampah yang terdapat di dalam toilet bukanlah untuk tissue toilet, malahan untuk pembalut!

Tissue toilet di Jepang memang dibuat demi bisa disiram, jadi kamu tak mesti khawatir kloset akan tersumbat. Namun jangan ikut menyiram tissue untuk muka, ya.

Toilet di Jepang juga sangat bagus, lho. Mungkin kamu akan merasa heran kalau berusaha toilet di sana… jika anda mau berhasil tahu lebih jelas mengenai cara untuk mengenakan toilet umum di Jepang, anda dapat cek info yang telah kami upload

Anda wajib belajar untuk menunggu antrian. Orang Jepang mengantri untuk semua hal. Apakah itu membeli makan, menaiki kereta, mengenakan toilet umum, semua. Perihal tersebut menjelaskan bahwa orang Jepang itu sangat sangat sabar.

Kamu tidak boleh untuk berpura-pura tidak memandang dan asal memotong antrian, ya.

Terlebih lagi ada kalanya anda wajib mengantri hingga beberapa jam di halaman bermain ataupun di restoran yang tidak melayani reservasi. Bahwasanya aku tidak begitu bagus dalam karena itu, aku akan menyerah di 10 menit pertama dan berusaha berangkat ke tempat lain.

Upayalah untuk menjauhi menaiki kereta pada jam padat jadwal (08:00 – 09:00 AM).

Itu sangat kurang baik! Aku setiap hari menaiki kereta pada jam padat jadwal dan masih tidak terbiasa. Jangankan membawa tas besar, menciptakan sedikit tempat demi bisa berpijak saja sudah sangat susah.

Beberapa waktu lalu aku harus berangkat ke lapangan terbang di pagi hari. Untuk menjauhi jam padat jadwal kereta, aku akhirnya memutuskan untuk mengirim barang bawaan aku 2 hari sebelumnya. Itu ialah keputusan yang cocok. Seandainya aku membawa barang tersebut bersama aku, mungkin aku akan ketinggalan pesawat. Karena tidak mungkin aku membawanya ke kereta.

Apa kamu tahu kalau semasih jam padat jadwal tersebut, akan ada beberapa asisten di peron stasiun? Kamu tahu apa tujuannya? Mereka yakni orang yang bertugas untuk menekan orang-orang di dalam kereta biar pintu bisa tertutup. Dari pengalaman aku, yang paling menakutkan yakni kereta di jam padat jadwal di Shinjuku. Sebisa mungkin kamu hindarkan, ya.

Oh, ya. Kamu juga harus berjaga-jaga dengan perempuan yang mengenakan sepatu high heels, ya. Kalau menurut pendapat aku individu, harusnya ada larangan untuk menggunakan sepatu high heels. Karena kalau terinjak, itu betul-betul sakit!

    • Tata Krama Kala Mengenakan Eskalator

 

Di wilayah Kanto, orang-orang akan mengenakan sisi kiri, lainnya di sisi kanan dipakai sebagai “jalur kilat” untuk orang yang mau berhasil berjalan.

Namun di wilayah Kansai yakni kebalikannya. Mereka akan mengenakan di sisi kanan dan sisi kiri dipakai sebagai “jalur kilat” untuk orang yang mau berhasil berjalan.

    •  Matikan Suara HP dan Jangan Gunakan di dalam Kereta

 

Kereta/Bis di Jepang biasanya akan sunyi walaupun sangat ramai. Alasannya yakni karena mereka dilarang untuk mengenakan HP di dalam kereta. Kalian boleh mengirim pesan, tonton Youtube, mencermati musik ataupun apapun kecuali menelpon seseorang.

Aku beberapa kali harus turun dari kereta hanya untuk menerima telepon, ataupun tidak aku akan menanggapi “Maaf, aku sedang di kereta. Nanti akan aku telepon lagi” dan buru-buru menutup pembicaraan. Aku menanyakan karena itu kepada sahabat aku, dan ia menanggapi kalau orang-orang biasanya akan berdiskusi lebih keras saat berdiskusi di telepon dan hal itu mengacaukan teman.

    • Harga yang Tertera Biasanya Belum Terhitung Pajak

 

Di Jepang, PPN yakni 8% (akan berbeda menjadi 10% pada April 2016). Kebanyakan label harga yang tertera yakni yang belum tercantum PPN. Banyak yang merasa bimbang saat membayar karena jumlah biaya menjadi lebih mahal.

Namun saat ini mulai ada yang telah mencantumkan harga sehabis PPN di label harga tersebut, kok. Biasanya akan terdapat 2 harga, yang belum ditambahkan PPN dan yang telah ditambahkan PPN.

    • Kamu Bisa Membeli Kira-kira Semua Hal di Vending Machine

 

Kalau mini market sudah tutup dan anda wajib membeli sesuatu, vanding machine menjadi pilihan terbaikmu. Kamu akan tercengung saat memandang bahwa kira-kira semua barang dapat kalian temukan di Vanding Machine di Jepang. Baik itu minuman panas, nasi kotak hangat, ramen, burger, buah, dan yang ada. Aku terlebih lagi pernah membeli sup jagung dan sup miso dari vanding machine. Jadi jika anda sedang lapar dan tidak terdapat tempat untuk membeli masakan, carilah vanding machine!

    • Kamu Harus Menerapkan Reservasi untuk (kira-kira) Semua Hal

 

Orang Jepang sangat suka mengatur sesuatu. Mereka akan mengatur berangkat wisata paling tidak separuh tahun sebelumnya, dan mereservasi restoran 1-2 minggu sebelumnya. Jangan harap kamu akan mendapatkan kursi jika anda tidak menerapkan reservasi. Kamu mungkin harus mengantri hingga beberapa jam.

    • Hindarkan Berliburan di High Season

 

Libur besar di Jepang

    1. Libur Tahun Baru (biasanya akhir Desember hingga awal Januari)

 

    1. Golden Week (dari akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei)

 

    1. Libur Waktu Panas ataupun Obon (pertengahan Agustus)

 

Pada saat-saat itu, pesawat, kereta, bis dan hotel akan mengalami lonjakan yang besar dibanding hari-hari biasa. Harga juga juga akan mengalami kenaikan (Kalau di Indonesia mirip seperti saat akan libur Lebaran ya.). Kamu masih bisa bertamasya apabila telah menerapkan reservasi sebelumnya, tapi aku tidak merekomendasikannya. Aku malah lebih memutuskan untuk tinggal di rumah dan berusaha bertamasya di waktu lain.

Seperti itu beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum bertamasya ke Jepang. Siapa tahu berarti!

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *